Pages

Ads 468x60px

Labels

Showing posts with label Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Keluarga. Show all posts

Wednesday, November 7, 2012

MALU di waktu yang TEPAT

Saya malu ketika saya tidak punya pacar.
Saya malu ketika saya mempunyai orang tua seorang tukag becak.
Saya malu ketika saya gendut.

Banyak hal yang selalu kita dengar setiap saat. Keluhan dari teman sejawat semisalnya. Tentang rasa Malu..
Malu yang seperti apa. kebanyakan dari kita memiliki rasa malu yang kurang tepat waktu dan tempat. Malu karena fisik kurang mendukung. Malu karena keadaan. seperti yang dicontohkan diatas.

Malu ketika tidak punya pacar. Tepatkah? 
Hmm, bagi sebagian orang itu adalah aib tak termaafkan. ups maaf jikalu saya blak-blakan dalam menonjolkan satu ini. ada satu orang teman saya menganggap bahwa malu ketika tidak mempunyai pacar itu sangat-sangat aneh. Ia berkali-kali usaha untuk mencari pacar. dengan cara halal ataupun haram. ahh. saya miris melihat fenomena ini. Sedih rasanya ketika generasi penerus bangsa melakukan hal yang kurang penting <<menurut saya.. :) >> ada banyak hal yang harus kita telaah. Pacar bukan sesuatu yang penting. berapa kali kita bersms ria dengan orang tua atau dengan pacar? berapa kali kalian menelepon ortu dengan pacar? bandingkanlah...Apakah pacar yang membiayai hidupmu? melengkapimu?
saya rasa malu karena tidak mempunyai pacar adalah hal yang kurang tepat. pasti kalian berpikir kalau saya adalah orang yang iri dengan orang yang berpacaran tentu tidak dear...
 Saya hanya ingin lebih menjadi dewasa untuk masa depan saya dan keinginan orang tua saya :)

Malu ketika kurang kaya? 
Maaf saya malu, saya tinggal di perkampungan kumuh..
haruskah malu? orang tua kita sudah mendidik kita dari kecil. dengan kasih sayang yang luar biasa. pengorbanan mereka. hal itu haruskah kita malu?  

Malu yang tepat adalah malu ketika kita masih meminta uang kepada orang tua untuk biaya kuliah..
Malu yang tepat adalah malu ketika kita masih belum memberi kontribusi besar kepada orang tua kita...
Malulah ketika kita masih menunda-nunda sholat ketika azan memanggil....

Wednesday, October 17, 2012

Buktikan cintamu...

Pertanyaan pagi ini terlintas di pikiran adalah. Apakah kalian mencintai orang tua kalian? pasti dengan reflek tanpa pikir panjang pasti kalian semua menjawab "Iyalah, Rin pasti!". Namun, bila saya bertanya lagi kepada kalian, "Apa bukti kalian mencintai kedua irang tuamu?" kira-kira apa jawaban kalian? berhenti sejenak, dan renungkanlah bukti yang benar-benar bahwa kalian mencintai orang tua kalian.

Ya, paragraf diatas adalah cuplikan tulisan dari salah satu Guru kehidupan saya Ustadz Jamil Azzaini. begitu membaca tulisan beliau tentang Cinta Perlu Bukti. Saya terdiam dan merenung. Selama ini saya selalu mematri kata-kata itu dalam hati saya. Saya sangat mencintai kedua orang tua saya. Namun ketika pertanyaan apa buktinya? Apakah hanya mematri dalam hati sudah cukup? Sedangkan banyak pengorbanan yang dilakukan oleh mereka berdua untuk kehidupan saya?

Dalam tulisan Jamil Azzaini dijelaskan ciri-ciri cinta ada 3, pertama penuhi keinginan mereka. Acap kali saya bertemu dengan mereka. saya akan berusaha memahami apa keinginan beliau berdua, terutama Ibu. Tapi hingga detik ini saya pun belum bisa penuhi segala keinginannya. Tahukah kalian? hal yang diinginkan seorang Ibu kepada anakanya bukanlah Banyaknya materi yang mereka terima. dan bukanlah fasilitas mewah. kadang keinginan itu tidak masuk akal selama tidak ada unsur dosa dan maksiat kenapa tidak?. Ah, rasanya saya akan menitikkan air mata penyesalan. keinginan Ibu dan Bapak pun bukan hal maksiat dan dosa bahkan akan berbuah pahala dan cintaNYA. Maaf ibu, bapak saya belum mampu dan sedang berusaha.. :(

Kedua, sediakan waktu untuk mereka. Sepele! Just give your time!, dengarkan keluh mereka. dengarkan apa yang ingin mereka sampaikan. saya pun belum bisa melakukannya. Keadaan kuliah yang padat membuat saya jarang untuk di rumah. Ketika di rumah pun saya juga jarang menghabiskan waktu bersama, karena terlilit oleh tugas. Padahal masa kecil saya beliau berdua banyak "memberi" waktu kepada saya. bahkan waktu istirahat mereka dihabiskan hanya untuk menjaga saya, menyusui, bahkan membelai saya. dan sangat khawatir ketika saya sakit. bukti cinta saya? bisa dibilang hanya NOT ACTION TALK ONLY! Untuk itu mulai saat ini saya ingin mengajak teman-teman sekalian. luangkan waktu. susun prioritas kalian. Kuliah memang kewajiban kita sebagai mahasiswa, tapi untuk sekedar telepon dan sms menanyakan kabar mereka. Pasti, akan sangat berarti bagi mereka. Apalagi kalian meluangkan waktu apapun untuk sekedar merawat mereka ketika mereka sakit. akankah kita akan melakukan bakti seperti gambar di bawah ini.

Ketiga, Kirimkan pahala untuk mereka. dalam Islam ada amalan yang tak terputus meskipun kontrak di dunia selesai. Salah satunya adalah Anak yang Sholeh/a. Kita adalah investasi mereka di akhirat. Jadi, tunggu apa lagi. meskipun kita tak didik oleh mereka dengan background yang islami. Namun, mengapa kita tak merubahnya sendiri? menjadi sosok yang sholeh/a dengan mengalirkan tiap doa untuk mereka.pahala yang kita lakukan pun pasti mengalir pada mereka meski mereka sudah tiada. dan pastinya jangan sampe kita berbuat maksiat, hingga kemaksiatan kita pun akan menyiksa mereka di akhirat kelak.

Dan sekarang! mulai Action ya..meskipun kita takkan pernah bisa membalas kebaikan orang tua. Ucapan terimakasih seluruh dunia pun meski dihimpun takkan pernah membalas setitik kebaikan mereka. Bandingkan dengan kasih sayang mereka. Saya menjadi speechless, apa yang telah aku lakukan Ibu, Bapak untuk kalian? T.T
tapi, aku akan berusah menjadi anak sholeha dan tak berbuat maksiat. Agar setidaknya tak menyandang anak durhaka.

Monday, March 12, 2012

Kenangan itu masih ada :) #1

(Naafi'ul yang tengah...)

14 Tahun yang lalu 13 Februari 1998..lahir adek pertamaku,,sungguh sangat bahagia dengan kehadirannya..:)) gak nyangka bakalan punya adek hehe..setelah 10 Bulan penantian di rahim ibuku tercinta. 10 bulan waktu yang cukup tabu untuk seorang bayi di rahim ya? Ia bernama Naafi'ul Manafi' "yang bermanfaat diantara yang manfaat" sungguh bikin irii kalo tahu nama adek ku satu ini hehehe...artinya booo subhanallah...

Dari proses kehamilan, kelahiran, memang dokter suda banyak memvonis keadaan adek yang tidak normal.mulai dari terserang infeksi Toxoplasma, tahu kan? itu lho penyebab cacat bawaan sejak lahir yang dibabkan oleh Toxoplasma gondii. berlanjut ke diagnosa dokter tentang keguguran janinnya . lalu hadirnya dugaan tentang hidrosefalus #sigh..tapi Ibu dan keluarga yakin apapun dugaan dokter itu kalo Alloh menghendaki yang lain pasti akan ada harapan.:) Insya Alloh..

And last Dek Naafi' lahir dengan normal berat badan 3.4 kg tinggi 49 cm...horeee akhirnya punya title kakak..hoho. berbuncah hati ini mengetahuinya. meskipun sedikit kerisauan tentang keadaan tubuh kecilnya yang ringkih. ya..dia mengalami radang fetus dan plasenta menyebabkan daya tahan tubuhnya rendah.:( .
well, ia tumbuh dengan normal. tiap hari sangat aku sayang. namun tiap kali dia panas gara2 tingkahku yang keterlaluan membuatnya lelah bermain. itu membuat ku sedih. sangat sedih. kalau di inget waktu itu umur 2 tahun rasanya melihat Ia kejang karena panasnya membuat hati teriris.:(.

Tahun ketiga ia menikmati dunia, musibah menyapanya kembali, Ia mengalami hernia :(. tubuh sekecil itu harus sudah mengenal yang namanya operasi. alat2 kedokteran.anak sekecil itu..kadang tetep aja bikin gregetan kalo liat semangat hidupnya..ya..si mata belo dan pipi tomat ituu(sayang belum sempet scan foto masa kecilnya)..subhanallah...singkat cerita tiap bulan ia harus kontrol. 

dari kecil ia terlihat sangat cerdas. ngoceh muluu tiap harii..nanyaa mulu tiap waktu..sampe kakaknya ni bingung mau jawabapa kalo dia tanya. hehehe...dan memasuki tahun keemapt Ia bersekolah di TK Bustanul Athfal XI hm...ternyata bukan hanya saya saja yang bingung guru2 di sana pun mengaku kalo sempet ribut kalo ngurus adek q satu ini..:). Woow!! memang benar dugaan q meskipun ia sangat..sangat hiperaktif...muterrr kayak kitiran..ia sangat cerdas..uda bisa baca boo umur segitu..uda bisa hafalan doa dan surat2 pendek juga..:). agak sedikit bangga. Ia sangat interest kalo masalah agama. Ia selalu bilang kalo Ia ingin jadi ustadz..kyai, ulama. anak sekecil itu subhanaalloooh...#terharuu ngempet nangis..


masih teringat di ingatan ku.. waktu umur 6 tahun ia membagi makananya dengan ku. ngasih uang sakunya buat pengemis. minta belikan semua bakso, lupis, roti goreng, lumpia, siomay, yang lewat depan rumah..tapi gak dimakan sama dia dan bilang ke ibu,, 
"kasian bapaknya...makannya tak beli T.T"
speechless!! kalo ngomongin kebaikannya dia. malah aku yang kakak baginya belum bisa berbuat banyak untuknya. 

Memasuki jenjang Sekolah dasar, mulailah kehidupan barunya, dengan kondisi badanya yang selalu sakit2an.tapi gak bisa diem ia sangat bersemangat sekolah. mungkin  bagi orang yang belum tahu keadaanya selalu bilang kalau adek saya nakal..lha gmn ndak tiap kali guru nerangin ehh dia nya malah jalan2...hohoho..tapi mulai dari kelas 1 mpe kelas 5 dia selalu juara 1 lho #sampe sekarang ku masi tetep mikir kapan belajarnya..=,=" He's realy..realy diligent. 

dengan teman2 yang beragam ia mulai mengenal yang namanya kenakalan,,tapi sayangnya tiap kali ia pulang dengan membawa kontaminasi dari temen2nya ia selalu bertanya dan menangis karena Ia selalu dikucilkan temen2nya sok suci katanya sok alim katanya. hingga fitnah yang mungkin langsung bikin aku meradang. ya fitnah yang ditujukan ke dek Naafi'ul waktu dan itu yang fitnah salah satu oknum Gurunya sendiri...Masya Alloh semoga Alloh selalu menunjukkan kebenaran dan yang tukang Fitnah bertobat dan diampuni dosanya...


to be continnued.....Kenangan itu masih ada :) #2
 

Sample text

Sample Text

Sample Text