Pages

Ads 468x60px

Labels

Showing posts with label Kuliah. Show all posts
Showing posts with label Kuliah. Show all posts

Thursday, January 3, 2013

Tinggal selangkah lagi....


Sabtu, 30 Desember 2012

Alhamdulillah saya dapat menjamaah salah satu dari jutaan hamparan bumi Alloh. Saya dan teman-teman Botani 2009 mendapat amanah dari Prof. Suhadi dan DR. Endang Kartini untuk menjadi Asisten KKN untuk tim Ekologi 2010. Hal ini membuat saya merasa bersyukur, karena mendapat ilmu serta pengalaman yang luar biasa.

Tujuan kali ini adalah Pantai Tamban. Salah satu Pantai dari deretan Pantai Selatan yang ada. Kami berangkat pukul delapan pagi. Kami belum pernah menduga track apa yang akan kami lewati nanti. setelah menempuh satu jam perjalanan, kami sesumbar bahwa perjalanannya tidak seberat perjalan ketika tracking di Gunung Bromo. dari tengah perjalanan kami baru merasakan track yang berat. Kami merasa perut, kepala kami diserang vertigo dadakan. salah satu ketua kami yaitu Asief Abdi yang sudah sering melakukan survey di sana pun merasakan hal yang sama dengan kami. benar-benar Alloh saat itu menegur kami.
setelah tiga jam perjalanan, kami tiba di tempat dengan selamat di rumah ibu Lurah yaitu Ibu Febri, sama seperti nama teman kami. hehehe... :) febri adi susanto, dan kebetulan sekali suami pemilik mikrolet yang kita tumpangi adalah Sugeng (How a guess!) LOL! :D :D ..ni malah bahas apaan sii..wkkwkw

Secara pribadi (dan beberapa teman yang ikut ke Tamban waktu itu maybe...) melaksanakan tugas kalii ini karena iming dari saudara asief yang menggambarkanakan lobster yang gak gede tapi GEDE BANGET BOO... (air liur netes nii...), pemandangan yang eksotis, dan jenis ikan yang besar dan murah pake banget! hehehe intinya jadi master chef KKN itu modus :)

setelah sampai disana kita disambut oleh adek-adek KKN yang menyenangkan dan ramah tamah. setelah beristirahat sejenak. kita mulai untuk bekerja untuk membuat tiga resep yang diinginkan yaitu pempek palembang, nugget ikan dan abon ikan. hal pertama yang bikin saya parno bin kepo adalah ikan dengan berat 2 kilogram yang lebih gede dari tangan saya, subhanalloh.. murah lageee...kita semnagat memasak...like a chef banget pokoknya...alhamdulillah ketiga resep tersebut  jadi setelah berpeluh lebih dari lima jam di dapur, bakso menu makan siang kammi pun ludes tak terhingga. alhamdulillah..

and then, sesuai janjinya ketua kita Asief mengajak kita di pantai Tamban. selama di sana banyak hal yang menarik dan mennurut saya memang harus diabadikan oleh kamera canggih Asief :p .
1. baru tahu kalau Pulau di depan saya adalah Pulau Sempu (hanya di seberang Pantai Tamban) tahukah kalian? Pulau sempu adalah tujuan yang saya sangat inginkan dari dulu..tinggal selangkah lagi untuk tadabbur alam di Pulau sempu. Moga Alloh memberi kesempatan saya untuk ke sana dan tempat lainnya
2. kami tak merencanakan untuk bermain air dan karena tergoda kami nyemplung dengan percaya diri lupa bahwa kami tak membawa persiapan apa-apa. alhasil kami basah kuyup ketika pulang.
3. kami berekspresi aneh2 di pinggir pantai hehehe. dan itu semua di abadikan oleh ketua kami Asif
4. ekspresi asif ketika melihat burung Elang (maybe...) dan teriakannya yang tidak kuat "uuuuooooouuuooo" LOL! dedikasi teman saya terhadap alam memang sangat tinggi.. salut untuk dia.. Good Job!
5.meskipun kami belum mendapat ikan tapi pengalaman, usaha, dan kerja keras hari itu sangat berharga teman...
Happy Holiday kawan...moga liburan kali ini selalu menjadi kenangan yang tak terlupakan...






Wednesday, November 7, 2012

MALU di waktu yang TEPAT

Saya malu ketika saya tidak punya pacar.
Saya malu ketika saya mempunyai orang tua seorang tukag becak.
Saya malu ketika saya gendut.

Banyak hal yang selalu kita dengar setiap saat. Keluhan dari teman sejawat semisalnya. Tentang rasa Malu..
Malu yang seperti apa. kebanyakan dari kita memiliki rasa malu yang kurang tepat waktu dan tempat. Malu karena fisik kurang mendukung. Malu karena keadaan. seperti yang dicontohkan diatas.

Malu ketika tidak punya pacar. Tepatkah? 
Hmm, bagi sebagian orang itu adalah aib tak termaafkan. ups maaf jikalu saya blak-blakan dalam menonjolkan satu ini. ada satu orang teman saya menganggap bahwa malu ketika tidak mempunyai pacar itu sangat-sangat aneh. Ia berkali-kali usaha untuk mencari pacar. dengan cara halal ataupun haram. ahh. saya miris melihat fenomena ini. Sedih rasanya ketika generasi penerus bangsa melakukan hal yang kurang penting <<menurut saya.. :) >> ada banyak hal yang harus kita telaah. Pacar bukan sesuatu yang penting. berapa kali kita bersms ria dengan orang tua atau dengan pacar? berapa kali kalian menelepon ortu dengan pacar? bandingkanlah...Apakah pacar yang membiayai hidupmu? melengkapimu?
saya rasa malu karena tidak mempunyai pacar adalah hal yang kurang tepat. pasti kalian berpikir kalau saya adalah orang yang iri dengan orang yang berpacaran tentu tidak dear...
 Saya hanya ingin lebih menjadi dewasa untuk masa depan saya dan keinginan orang tua saya :)

Malu ketika kurang kaya? 
Maaf saya malu, saya tinggal di perkampungan kumuh..
haruskah malu? orang tua kita sudah mendidik kita dari kecil. dengan kasih sayang yang luar biasa. pengorbanan mereka. hal itu haruskah kita malu?  

Malu yang tepat adalah malu ketika kita masih meminta uang kepada orang tua untuk biaya kuliah..
Malu yang tepat adalah malu ketika kita masih belum memberi kontribusi besar kepada orang tua kita...
Malulah ketika kita masih menunda-nunda sholat ketika azan memanggil....

Monday, October 15, 2012

Antara Aku, Dosen, dan Kelulusan

Tahun terakhir bagi Mahasiswa adalah tahun terpenting. Kebanyakan dari mereka pasti khawatir dan cemas akan masa depan, tuntutan pekerjaan, ataupun tuntutan agar SEGERA lulus. Itu semua terjadi di kalangan mahasiswa. yang aktivis maupun non aktivis. yang pragmatis maupun non pragmatis. :)
Fenomena itu bermacam-macam mulai dari kekhawatiran akan penentuan judul yang KUDU ilmiah, up to date, dosen pun salah satu hal yang harus diperhitungkan. bisa juga membantu mempermudah ataupun mempersulit. :) Well..intinya tetep aja yak semangat buat angkatan bangkotan di kampusku.

Fenomena yang ingin saya cermati adalah betapa dosen menjadi momok ketika menyelesaikan skripsi. betapa ketakutan mahasiswa terhadap dosen terlalu berlebihan. hormat dan menghargai boleh asal jangan sampai Ketakutan setengah mati terhadap beliau. Ingatlah, Dosen kita juga manusia biasa. Mereka juga makhluk yang sama seperti kita. Anggaplah itu hal biasa ketika beliau pernah melakukan sedikit KETEGASAN terhadap kita. dan ingat merkapun bukan PENENTU kelulusan kita.

hal lucu terjadi ketika saya akan menentukan judul penelitian saya. ya..saya memilih dosen yang "unik". banyak kakak tingkat yang mewanti-wanti adek kelasnya agar tidak mengambil bimbingan dengan beliau. dan ada salah satu mahasiswa mengumpamakan seperti ini
" Cari mati kamu mau bimbingan ma beliau?"
saya? maju terus. keputusan dan tekad sudah bulat. bukan ingin membuktikan bahwa saya bisa mengalahkan beliau atau tidak. tapi jauh dari pemikiran itu karena menurut saya beliau adalah sosok Dosen yang memang memiliki kualitas baik dibanding yang lain, bertanggung jawab dan expert dibidang beliau. (sedikit curcol..). Saya sudah mengganti judul banyak kali. dan memang perjuangan dimulai semester ini. bimbingan beliau yang katanya tegas dan keras. itu semua untuk kebaikan saya.

intinya Antara kita, dosen dan kelulusan adalah hal yang lumrah. tak perlu untuk bilang WOOW gitu. karena mereka dalah manusia sama seperti kita. Kelulusan? hal biasa, satu fase kehidupan.
buat teman2...Semangat yaa. intinya jangan sampai lupa untuk selalu berdoa kepada Alloh. karena Dia lah Sang Penentu segalanya dan berusaha dengan ketekunan dan totalitas! #Salam Sukses Mulia
 

Sample text

Sample Text

Sample Text